Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan di Banten. Iman diduga menerima hasil suap perizinan kawasan industri di salah satu kabupaten/kota di Banten.
Selain mengamankan uang ratusan juta rupiah, KPK juga berhasil mengamankan 10 orang yang diantaranya adalah kepala daerah, pejabat dinas dan swasta.
Para tersangka langsung dibawa ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan. Dalam 2x24 jam KPK akan menyampaikan hasil OTT melalui konferensi pers.
Sementara itu, keluarga Iman Ariyadi membantah bahwa Iman terjaring operasi tangkap tangan. Ati menegaskan saat kejadian OTT yang dilakukan KPK, Wali Kota Cilegon sedang bersama dia di Jakarta.
"Saya berdoa, mudah-mudahan informasi yang beredar tidak memberatkan pak wali yang hanya memberikan keterangan," ucap Ati.
Ati menduga OTT tersebut terkait bantuan dana untuk klub sepak bola Cilegon United. Ati memastikan tidak sepeserpun anggaran yang masuk ke kantong adik kandungnya.
Mendengar kadernya ditangkap oleh KPK, Wasekjen Partai Golkar Ace Hasan Syadzily masih menunggu hasil keputusan resmi dari KPK terkait dugaan korupsi yang dilakukan oleh Iman Ariyadi.
"Partai Golkar akan mendengarkan penjelasan resmi dulu dari KPK karena soal keterlibatan Wali Kota harus dipastikan terlebih dahulu," ucap Ace.
Ace mengatakan pemberian sanksi pemecatan itu menunggu keputusan hukum yang inkrah. Menurut informasi yang diterima Ace, Iman hanya dimintai klarifikasi.
"Kalau sudah ada keputusan yang bersifat inkrah, partai akan memberikan sanksi tegas kepada Iman," kata Ace.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.